Tentang Desa Lontar
Desa Lontar, Kecamatan Kemiri,
Kabupaten Tangerang ialah sebuah desa yang mayoritas penduduknya
bermatapencaharian di bidang perikanan. Sebagian
besar penduduk di desa lontar memiliki kolam penangkaran ikan bandeng dan sebagian warga juga ada yang memiliki
penangkaran ikan mujair. Penangkaran ikan mujair di desa lontar masih kurang
diminati dikarenakan para penduduk belum ada yang mengetahui tentang
pemanfaatan ikan mujair selain langsung di jual ke konsumen. Ikan mujair dapat
di manfaatkan menjadi panganan ringan
selain dijadikan lauk untuk makan sehari hari. Oleh karena itu, kami memiliki
ide untuk membuat sebuah penangkaran ikan mujair yang hasilnya akan di jadikan makanan ringan
berupa kerupuk. Dalam pembuatan kerupuk ini memiliki 2 jenis bahan dasar yang
berbeda yautu dengan menggunakan bahan dasar daging ikan mujair dan menggunakan
bahan dasar tulang ikan mujair. Dengan adanya pembuatan ini akan menambah hasil
pendapatan penduduk di desa lontar.
Komoditas desa lontar
Desa lontar memiliki komoditas pada bidang perikanan yaitu
ikan bandeng dan ikan mujair
Kesulitan dalam komoditas tersebut
Hasil panen ikan mujair langsung dijual ke konsumen. Sehingga
keuntungan yang di dapakan kurang mencukupi.
Kurangnya pengetahuan tentang pengolahan ikan mujair dan kurangnnya alat
produksi
Solusi dari kesulitan tersebut
Melakukan sosialisasi tentang pengolahan ikan mujair menjadi
kerupuk dan pengajuan pembuatan peralatan produksi kerupuk ikan mujair.
Dalam usaha kerupuk ikan mujair ini akan di gunakan beberapa mesin mesin yang dapat membantu dalam proses produksi agar menjadi lebih mudah.Adapun peralatan modern yang digunakan dalam proses pembuatan kerupuk ikan mujair ini antara lain:
1. Alat pemisah daging dengan tulang ikan. Alat ini digunakan untuk memisahlan daging ikan mujair dengan tulangnya, sehingga di peroleh dua bahan dasar yang akan di buat menjadi kerupuk ikan yaitu degan bahan dasar daging ikan mujair dan tulang ikan mujair
2. Alat penghancur . alat ini Digunakan untuk melumatkan daging ikan atau tulang ikan yang telah di pisah oleh mesin pemisah sebelumya sehingga dapat di peroleh tulang ikan atau daging ikan yang telah ditumbuk halus dan siap dicampur dengan bahan lain.
alat peghancur tulang ikan
alat penghancur daging ikan
3. Alat pengaduk bahan (mulen).Mesin ini digunakan untuk mengaduk campuran ikan yang telah dihaluskan dan adonan tepung dan bumbu. Mesin ini berkapasitas hingga 10 kg dan dapat dijalankan oleh 1 (satu) orang tenaga kerja.
4. Pencetak. Mesin pencetak ini digunakan untuk mencetak adonan berbentuk silinder sebelum dimasukkan ke cetakan sesuai ukuran yang diinginkan. Terdapat juga meja press agar adonan yang tercetak menjadi lebih padat dan kenyal. Mesin cetak ini membutuhkan 1 (orang) tenaga kerja untuk menjalankannya.
5. Alat pengukus (dandang). Alat pengukus (dandang) berbentuk tabung panjang yang terbuat dari aluminium.
6. Mesin pemotong. Mesin pemotong ini digunakan untuk memotong kerupuk yang telah didinginkan selama 1 hari (24 jam). Mesin ini dijalankan oleh 2 (dua) orang tenaga kerja.
7. Oven. Oven digunakan untuk mengeringkan kerupuk terutama pada saat sinar matahari kurang atau pada saat musim hujan. Oven berbentuk persegi panjang yang terbuat dari cor-coran semen dan pasir yang terbagi dalam dua bagian. Bagian atas merupakan tempat kerupuk yang akan dikeringkan sedangkan bagian bawah berupa kolong untuk mengalirkan panas. Oven terdiri dari dryer dan mesin diesel.
Tenaga Kerja
Tenaga kerja yang diperlukan dalam pembuatan kerupuk tidak memerlukan keahlian khusus. Dalam hal ini tenaga kerja pria dan wanita dapat dipekerjakan pada semua tahap pembuatan. Akan tetapi tenaga kerja laki-laki sebagian besar ditempatkan pada proses penyiapan bahan, pencetakan, pengukusan, dan pemotongan sedangkan tenaga kerja wanita banyak digunakan pada tahap pemotongan, penjemuran dan pengepakan. Selain tenaga kerja tetap, terkadang diperlukan tenaga kerja borongan jika sewaktu- waktu terjadi lonjakan pesanan atau pada musim kemarau dimana proses produksi meningkat.
Teknologi
Pembuatan kerupuk dengan teknologi modern adalah proses dengan menggunakan peralatan yang lebih modern seperti mesin cetak otomatis yang menghasilkan bentuk yang lebih variatif, mesin pemotong yang lebih cepat dan penggunaan oven. Penggunaan teknologi ini dapat menghasilkan jumlah produksi yang berlipat-lipat jika dibandingkan dengan teknologi sederhana. Dalam satu hari dapat dilakukan 3-4 kali adonan kerupuk. Selain itu dengan teknologi ini akan menghemat jumlah tenaga kerja yang digunakan yang akan menurunkan biaya operasional.
Ciri-ciri Utama Ikan Segar yang Mulai Membusuk
Ikan Segar Ikan yang Mulai Membusuk
1. Kulit
- Warna kulit terang dan jernih
- Kulit masih kuat membungkus tubuh, tidak mudah sobek, terutama pada bagian perut
- Warna-warna khusus yang ada masih terlihat jelas
- Kulit berwarna suram, pucat dan berlendir banyak
- Kulit mulai terlihat mengendur di beberapa tempat tertentu
- Kulit mudah robek dan warna-warna khusus sudah hilang
2. Sisik
- Sisik menempel kuat pada tubuh sehingga sulit dilepas Sisik mudah terlepas dari tubuh
3. Mata
- Mata tampak terang, jernih, menonjol dan cembung Mata tampak suram, tenggelam dan berkerut
4. Insang
- Insang berwarna merah sampai merah tua, terang dan lamella insang terpisah
- Insang tertutup oleh lendir berwarna terang dan berbau segar seperti bau ikan
- Insang berwarna coklat suram atau abu-abu dan lamella insang berdempetan
- Lendir insang keruh dan berbau asam, menusuk hidung
5. Daging
- Daging kenyal, menandakan rigor mortis masih berlangsung
- Daging dan bagian tubuh lain berbau segar
- Bila daging ditekan dengan jari tidak tampak bekas lekukan
- Daging melekat kuat pada tulang
- Daging perut utuh dan kenyal
- Warna daging putih
- Daging lunak, menandakan rigor mortis telah selesai
- Daging dan bagian tubuh lain mulai berbau busuk
- Bila ditekan dengan jari tampak bekas lekukan
- Daging mudah lepas dari tulang
- Daging lembek dan isi perut sering keluar
- Daging berwarna kuning kemerah-merahan terutama di sekitar tulang punggung
Bila ditaruh dalam air Ikan segar akan tenggelam Ikan yang sudah membusuk akan terapung di permukaan air
Bila ditaruh dalam air Ikan segar akan tenggelam Ikan yang sudah membusuk akan terapung di permukaan air
Proses Produksi
Usaha pembuatan kerupuk ikan hanya melakukan pengolahan dari bahan mentah sampai pada proses kerupuk siap goreng. Adapun proses pembuatan kerupuk ikan adalah sebagai berikut:
a. Proses penyiapan bahan baku
- Proses penyiapan bahan baku adalah persiapan daging ikan yang akan digunakan, tepung serta bumbu-bumbu yang digunakan beserta perhitungan komposisi masing-masing bahan untuk setiap adonan.
- Dalam mempersiapkan bahan baku pembuatan kerupuk ikan yang perlu mendapat perhatian utama adalah penyiapan ikan yang akan dijadikan bahan utama.
- Mutu ikan yang digunakan akan mempengaruhi mutu produksi kerupuk ikan, oleh karena itu perlu dipilih ikan yang masih segar. Dengan demikian diperlukan pengetahuan untuk mengetahui tanda-tanda ikan dengan mutu yang baik (masih segar).
- ikan dibersihkan dahulu dengan cara menghilangkan sisik, insang, maupun isi perutnya kemudian dicuci sampai bersih.
- setelah itu ikan di masukkan ke dalam mesinpemisah tulang dan dagingnya.
- Setelah itu barulah dimulai proses pembuatan adonan dengan teridiri dari dua bahan yaitu tulang ikan dan daging ikan. Selanjutnya kedua bahan tersebut digiling sampai halus.
- Di samping itu bahan baku berupa tepung dan telur serta bumbu disiapkan untuk proses adonan.
b. Proses pembentukan adonan
- Adonan dibuat dari tepung tapioka yang dicampur dengan bumbu-bumbu yang digunakan. Tepung diberi air dingin hingga menjadi adonan yang kental. Bumbu dan ikan yang telah digiling halus dimasukkan ke dalam adonan dan diaduk/diremas hingga lumat dan rata. Adonan ini kemudian dimasukkan ke dalam mulen untuk pelembutan, dan akan diperoleh adonan yang kenyal dengan campuran bahan merata.
- Pencetakan Pencetakan adonan dibentuk silinder dengan panjang kurang lebih 70 cm dan diameter 10cm. Dengan bantuan alat cetak adonan ini dapat dibuat dalam bentuk serupa. Kemudian adonan berbentuk silinder ini di "press" untuk mendapatkan adonan yang lebih padat. Selanjutnya adonan ini dimasukkan ke dalam cetakan yang berbentuk silinder yang terbuat dari aluminium.
- Pengukusan Adonan berbentuk silinder kemudian dikukus dalam dandang selama kurang lebih 2 jam sampai masak.Untuk mengetahui apakah adonan kerupuk telah masak atau belum adalah dengan cara menusukkan lidi ke dalamnya. Bila adonan tidak melekat pada lidi berarti adonan telah masak. Cara lain untuk menentukan masak atau tidaknya adonan kerupuk dapat dilakukan dengan menekan adonan tersebut. Bila permukaan silinder kembali seperti semula, artinya adonan telah masak.
- Pendinginan Adonan kerupuk yang telah masak segera diangkat dan didinginkan. Untuk melepaskan dari cetakan, biasanya adonan tersebut diguyur dengan air. Adonan tersebut kemudian didinginkan di udara terbuka kurang lebih 1 (satu) hari atau kurang lebih 24 jam hingga adonan menjadi keras dan mudah diiris.
- Pemotongan Tahap selanjutnya adalah pemotongan adonan kerupuk yang telah dingin. Sebuah mesin pemotong dijalankan oleh 2 (dua) orang. Proses ini juga dapat dilakukan secara sederhana yaitu mengiris adonan dengan pisau yang tajam. Pengirisan dilakukan setipis mungkin dengan tebal kira-kira 2 mm.
- Penjemuran/pengovenan Adonan yang telah diiris-iris kemudian dijemur sampai kering. Penjemuran dilakukan di bawah sinar matahari kurang lebih 4 jam. Pada saat musim hujan untuk pengeringan kerupuk yang masih basah ini dapat dilakukan dengan oven (dryer) selama kurang lebih 2 jam. Tetapi kerupuk yang dikeringkan dengan sinar matahari hasilnya akan lebih bagus dibandingkan jika menggunakan oven. Kerupuk yang dikeringkan dengan sinar matahari jika digoreng akan lebih mengembang. Hal ini akan lebih menguntungkan para pengusaha penggorengan kerupuk dan akan mempengaruhi harga kerupuk. Karena itulah pengeringan menggunakan sinar matahari lebih disukai dibandingkan dengan menggunakan oven.
- Pengepakan. Setelah kering, kerupuk segera diangkat dari jemuran. Kerupuk yang telah kering ini dapat segera dibungkus dan dijual. Biasanya kerupuk ikan siap goreng ini dikemas dalam plastik sejumlah berat tertentu. Kemasan kerupuk dalam plastik tersebut disebut bal, dimana per bal dapat berisi 5 kg atau 10 kg kerupuk.
Produksi Optimum
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari studi lapangan, komposisi adonan tepung tapioka dan bumbu yang digunakan memiliki perbandingan yaitu Ikan 50 kg, tepung tapioka 300 kg, garam 10 kg, gula 12,5 kg, telur 10 kg serta penyedap dan pewarna secukupnya. Komposisi ini dapat menghasilkan kerupuk dengan kualitas yang baik yaitu jika digoreng akan mengembang dengan baik. Apabila proses pembuatan kerupuk ikan berjalan optimal maka dari 1 adonan tepung tapioka yang dicampur dengan bahan-bahan lainnya tersebut dapat dihasilkan 300-330 kg kerupuk (rendemen 76-85 persen)
SKEMA PROSES PEMBUATAN KERUPUK TULANG IKAN DAN DAGING IKAN MUJAIR
dalam pembuatan kerupuk tulang ikan dan daging ikan mujair ini akan menggunakan alat pemotong adonan yang yang berbeda, jenis yang kami desain tak terlalu berbeda dengan mesin pemotong yang sudah ada namun dengan sedikit pengembangan pembuatan alat pemotong adonan kerupuk ini ditambahkan dengan 2 buah konveyor sebagai pengirim adonan masuk ke dalam pisau pemotong. bila pada alat pemotong sebelumnya hanya memotong di satu sisi pisau atau hanya menggunakan satu mata pisau sebagai pemotong maka kami akan membuat 2 mata pisau sehingga pisau akan memotong adonan di sisi mata pisau sebelah kanan dan kiri secara bersamaan sehingga proses pemotongan adonan kerupuk akan lebih cepat dan lebih aman karena tidak dilakukan secara manual
dibawah ini adalah gambar desain alat pemotong adonan kerupuk yang kami buat :
MESIN PEMOTONG ADONAN KERUPUK
Analisa Hasil :
-
Ketebalan bisa distell sesuai kebutuhan yang
dikehendaki.
-
lebih aman karena tidak dilakukan secara manual
(dengan menggunakan conveyor)
-
Dengan menggunakan dua sisi mata pisau secara
bersamaan sehingga dapat lebih cepat
Cara Pengoperasian :
-
Bahan yang telah dicetak dan didiamkan semala
kurang lebih selama 24 jam (1 hari) diletakkan sepanjang koveyor
-
Pisau yang berputar karena dihubungkan dengan
elektromotor oleh van belt dan pully akan memotong bahan secara otomatis. Di kedua
sisi
-
Lontong bisa 1-2 buah bejajar dan
dilakukan sekali potong, apabila lontong yang dipotong sudah habis motor ini akan
berhenti secara otomatis.
-
Hasil potongan akan keluar melweati lubang yang
terhubung dengan konveyor menuju ke tempat pengggorengan.
Spesifikasi:
-
Daya : 1/2 HP
-
KW : 0.37
-
Frequency (Hz) : 50
-
Pole : 4
-
Volt : 220/380
-
Frame : 80 L
-
Ampere (A) : 4.4
-
Insulation Class : B
-
RPM : 1420
-
Phase : 1
-
Kapasitas : ± 1000 – 3000 Potong/Jam
-
Panjang : 1000 mm; Lebar : 650 mm; Tinggi : 1000
mm; Berat : ± 100 Kg
Bahan :
-
Rangka dari Besi Siku 40 x 40 mm dan 50 x 50 mm
-
Tutup dari Besi MS.
-
Penahan dari bahan Stainless Steel
-
Pisau pemotong dari bahan Baja.
-
Semua yang bersinggungan dengan makanan terbuat
dari bahan tahan karat\
RINCIAN BIAYA PEMBUATAN MESIN PEMOTONG ADONAN KERUPUK
RINCIAN BIAYA PEMBUATAN MESIN PEMOTONG ADONAN KERUPUK















